Senin, 23 Oktober 2023

Review Pertemuan Ketujuh Filsafat Islam

Pertemuan ke-7 mata kuliah Filsafat Islam telah dilaksanakan pada Rabu, 18 Oktober 2023 lalu secara daring via google meet. Seperti pada sebeumnya, tiap pertemuan akan ada satu kelompok yang melakukan presentasi untuk menjelaskan materi. Pada pertemuan kali ini materi yang dibahas adalah “Al -Razi: Sejarah dan Pemikiran Filsafatnya”.

Jadi, Abu Bakar Muhammad bin Zakaria Al-Razi, yang sering dikenal sebagai Rhazes dalam bahasa Latin, adalah seorang tokoh multitalenta yang hidup pada periode antara 250 hingga 313 Hijriah (864-925 Masehi) atau 320 Hijriah (932 Masehi). Beliau lahir di Rayy, dekat Teheran, dan dikenal sebagai seorang dokter, filsuf, kimiawan, serta pemikir bebas. Al-Razi hidup selama pemerintahan Dinasti Saman, yang berkisar antara tahun 204 hingga 395 Hijriah. Beliau meninggal pada hari Kamis bulan Sya’ban tahun 312 Hijriah, yang bertepatan dengan tanggal 25 Oktober tahun 925 Masehi. Usianya pada saat wafat adalah sekitar 62 tahun dalam kalender Hijriah, yang setara dengan 61 tahun dalam kalender Masehi.

Al-Razi adalah seorang filsuf dan cendekiawan Muslim Persia yang menekankan pentingnya akal dalam kehidupan manusia dan menganggapnya sebagai karunia Tuhan yang paling berharga. Beliau juga memandang moral sebagai unsur kunci dalam mencapai kehidupan yang baik dan adil. Salah satu karyanya yang terkenal, "Al-Hawi," adalah ensiklopedia kedokteran yang sangat berpengaruh dalam sejarah ilmu kedokteran, yang mencakup berbagai aspek praktik medis. Selain itu, karya lainnya, "Kitab al-Judar wa al-Hasbah," membahas penyakit cacar dan campak serta cara pencegahannya, memberikan kontribusi penting pada perkembangan ilmu kedokteran. Al-Razi juga merumuskan konsep metafisika "Lima Kekal," yang mencakup pemahaman tentang Tuhan, ruh, waktu, tempat, dan gerakan. Meskipun beberapa pandangan kontroversial, warisannya tetap kuat dalam perkembangan ilmu pengetahuan, filsafat, dan kedokteran selama Abad Pertengahan.

[Nadia Nur Anggraini - 11220511000097/Jurnalistik 3C]

Rabu, 18 Oktober 2023

Review Pertemuan Keenam Filsafat Islam

     Pertemuan ke-6 mata kuliah Filsafat Islam yang diampu oleh bapak Drs. Study Rizal LK. M. Ag., telah dilaksanakan secara tatap muka di ruang T6 Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi pada Rabu, 11 Oktober 2023. Pertemuan ini dilaksanakan secara bersamaan dengan kelas 3D, untuk memulai pembelajaran bapak Drs. Study Rizal memberikan pengantar terlebih dahulu. Seperti pada pertemuan-pertemuan sebelumnya, dalam mata kuliah Filsafat Islam akan selalu ada satu kelompok yang bertugas untuk mempresentasikan materi. Kali ini, materi yang dibahas adalah “Ibnu Sina: Sejarah dan Pemikiran Filsafatnya”.

    Ibnu Sina,  dikenal sebagai Avicenna di Barat beliau adalah seorang filsuf, dokter, dan ilmuwan terkemuka pada abad pertengahan. Lahir pada tahun 980 di Persia, beliau memiliki intelektualitas yang tinggi sejak kecil. Ibnu Sina menulis lebih dari 238 karya, termasuk "Al-Qanun fi al-Thibb," yang memengaruhi kedokteran selama berabad-abad. Pemikirannya mencakup ontologi, teologi, dan pemikiran politik, serta konsep emanasi. Selain itu, dalam pandangannya tentang negara, Ibnu Sina menekankan pentingnya penguasa menaati Allah dan berlandaskan prinsip-prinsip Islam.

    Ibnu Sina wafat pada tahun 1037 setelah mengabdikan hidupnya pada penelitian, pengabdian kepada penguasa, dan pemberian hartanya kepada kaum miskin. Pemikiran dan karyanya tetap berdampak besar dalam sejarah intelektual dunia Islam.

[ Nadia Nur Anggraini - 11220511000097/Jurnalistik 3C]

Senin, 09 Oktober 2023

Review Pertemuan Kelima Filsafat Islam

     Pertemuan ketiga mata kuliah Filsafat Islam telah dilaksanakan pada Rabu, 4 Oktober 2023 lalu secara daring. Seperti pada sebelumnya, tiap pertemuan akan selalu ada kelompok yang presentasi. Saat ini adalah bagian kelompok 4 untuk presentasi mengenai sejarah dan pemikiran filsafat Al-Farabi.

    Kesimpulan yang saya dapat dari presentasi kelompok 4 adalah Al-Farabi, atau Abu Nasr Muhammad Al-Farabi, adalah tokoh penting dalam sejarah filsafat Islam. Beliau lahir tahun 870 M di wilayah Transoxiana. Al-Farabi dikenal sebagai filosof, ilmuwan, matematikawan, ahli musik, dan ahli politik terkemuka dalam peradaban Islam. Salah satu kontribusi utamanya adalah penyatuan pemikiran filosofis Yunani klasik, terutama Plato dan Aristoteles, dengan tradisi intelektual Islam, menciptakan "filsafat falasifah" atau filsafat rasional. Karya-karya Al-Farabi memiliki dampak besar pada pengembangan filsafat, ilmu pengetahuan, dan budaya Islam. Konsep-konsep penting dalam pemikiran Al-Farabi, yaitu ketuhanan (Ilhayat), emanasi, negara utama (Al-Madina al-Fadila), Jiwa (Nafs), dan akal (Intellectus).

    Komentar saya untuk presentasi kali ini, pemakalah sudah baik dalam menjelaskan materinya. Juga, ada beberapa pertanyaan yang diberikan oleh teman-teman kelas 3C dan pemakalah pun dapat menjawab pertanyaannya dengan jelas sehingga teman-teman yang lain pun mudah untuk memahami materi tersebut. Walaupun pertemuan ini diadakan secara online melalui media google meet, tetapi kelas tetap berjalan efektif.

[Nadia Nur Anggraini - 11220511000097]

Senin, 02 Oktober 2023

Review Pertemuan Keempat Filsafat Islam

     Pertemuan keempat mata kuliah Filsafat Islam telah dilaksanakan pada minggu lalu Rabu, 27 September 2023 yang berlangsung secara offline di T6. Setiap pertemuan pada mata kuliah ini digabung dengan kelas 3D sehingga ketika pertemuan kemarin pembelajaran berlangsung bersamaan dengan kelas 3D. Seperti biasa, dalam perkuliahan Filsafat Islam selalu ada yang presentasi untuk menjelaskan suatu materi tertentu, saat ini giliran kelompok 3 yang presentasi dan menjelaskan materi tentang "Al-Kindi: Sejarah dan Pemikiran Filsafatnya".

    Kesimpulan yang dapat saya berikan dari presentasi pada pertemuan kali ini, yaitu Al-Kindi adalah seorang filosof Islam terkemuka pada masa kekhalifahan Bani Abbasiyah. Ia lahir pada 809 M di Kufah dan dikenal sebagai tokoh penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dalam berbagai bidang. Pemikirannya menekankan hubungan yang harmonis antara agama dan filsafat, di mana filsafat dapat memperkuat agama. Kontribusinya meliputi terjemahan karya-karya filsafat Yunani ke dalam bahasa Arab, sintesis antara filsafat Yunani dan Islam, pengembangan ilmu astronomi dan matematika, serta pemikiran tentang alam semesta dan Tuhan. Al-Kindi memadukan warisan intelektual Yunani dengan pemikiran Islam, menciptakan dasar penting bagi perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan di dunia Islam.

    Komentar saya untuk presentasi kali ini tidak banyak, karena pemakalah sudah menjelaskan materinya dengan baik dan jelas. Pemakalah juga dapat menjawab pertanyaan yang diberikan oleh teman-teman dengan tepat, ditambah lagi ini adalah pertemuan pertama kami yang dilaksanakan secara offline sehingga kita dapat bertemu teman-teman yang lainnya juga Bapak Drs. Study Rizal LK., M.Ag.

[Nadia Nur Anggraini - 11220511000097/Jurnalistik 3C]