Kamis, 21 Desember 2023

Review Pertemuan Ke-15 Filsafat Islam

 Pertemuan mata kuliah Filsafat Islam yang diampu oleh Bapak Study Rizal telah dilaksanakan pada Rabu, 13 Desember 2023 lalu yang dilakukan secara offline/tatap muka di Ruang Teater lantai 6 gedung FDIKOM. Pertemuan ini juga sebagai pertemuan terakhir mata kuliah Filsafat Islam di semester 3 ini. Seperti biasanya, setiap kelas Filsafat Islam digabung oleh kelas Jurnalistik 3D dan akan ada 1 kelompok dari masing-masing kelas yang prsentasi untuk menjelaskan materi tertentu. Saat ini, materi yang akan dipresentasikan adalah "Ibnu Rusyd: Kritik Terhadap Emanasionisme dan Pengaruhnya di Eropa".

Ibnu Rusyd merupakan pelanjut para filsuf muslim pendahulunya yang bercorak Peripatetik-Emanasionis-Teosentris, namun bukan pelanjut fanatis yang sekedar menerima apa adanya, melainkan sang kritikus ini tampil fenomenal dan spektakuler selain itu beliau merupakan seorang pengulas dari karya-karya Aristitoles (commentator), sebuah gelar yang diberikan oleh Dante pada tahun 1265-1321 M dalam bukunya Devine Commedia (Komedia ketuhanan). Gelar ini pantas ia dapatkan dikarenakan pikiran-pikirannya mencerminkan usahanya yang keras untuk mengendalikan pikiran-pikiran dari Aristoteles kepada kemurniannya, yang telah bercampur dengan unsur-unsur Platonik yang cukup memperburuk orisinalitas dari pemikirannya dan yang dimasukkan para filsuf Iskandariah Kemajuan peradaban Barat (Eropa) sejak abad ke-12 tidak terlepas dari peradaban Arab-Islam yang dikembangkan oleh para filosof dan orang suci Islam.

Ibnu Rusyd yang menggunakan logika menanjak dari realitas menuju Tuhan atau beranjak dari medan fisika ke ruang metafisika, merupakan simbol filsuf muslim yang konon dinilai sukses gemilang menyelamatkan posisi filsafat dari serangan tajam al-Ghazali yang tertuang dalam karya monumentalnya: Tahafutal_Tahafut (Rusyd, 2004). Karena itu, kematian Ibnu Rusyd sekaligus dianggap menjadi simbol lonceng kematian kejayaan pemikiran Islam. Akan tetapi, hal itu dibantah oleh Henry Corbin bahwa adalah sangat keliru untuk menyimpulkan tradisi permenungan di kalangan filsuf muslim ini berakhir dengan kematian Ibnu Rusyd.

[Nadia Nur Anggraini - 11220511000097/Jurnalistik 3C]

Senin, 11 Desember 2023

Review Pertemuan Ke-14 Filsafat Islam

    Pertemuan Filsafat Islam telah dilaksanakan minggu lalu, Rabu 6 Desember 2023 secara daring. Seperti pada biasanya akan ada 1 kelompok yang akan presentasi mengenai suatu materi tertentu dan pada pertemuan kali ini yang akan presentasi adalah kelompok 12 dengan tema "Ibnu Rusyd Sejarah dan Pemikiran Filsafatnya"

    Ibnu Rusyd adalah figur yang sangat signifikan dalam sejarah filsafat Islam. Pandangannya yang kuat terhadap peran filsafat dalam agama serta kontribusinya dalam menafsirkan karya-karya Aristoteles membuatnya menjadi tokoh yang dihormati dalam dunia intelektual pada masanya. Dia tampaknya telah mengalami berbagai tantangan, terutama terkait dengan karyanya yang hilang akibat peristiwa tragis yang menimpanya.

    Salah satu poin penting dalam perdebatan filsafat Islam pada masa Ibnu Rusyd adalah konfrontasi antara pemikiran Al-Ghazali dan para filosof Muslim. Al-Ghazali mengeluarkan serangkaian sanggahan yang signifikan terhadap pandangan para filosof Muslim, termasuk poin-poin kontroversial terkait keabadian alam, pengetahuan Allah, dan kebangkitan jasmani. Ibnu Rusyd memainkan peran penting dalam menjawab sanggahan Al-Ghazali. Baginya, sanggahan yang diajukan Al-Ghazali bukanlah sesuatu yang mengancam atau mematikan bagi pemikiran para filosof Muslim. Baginya, sanggahan tersebut lebih mencerminkan ketidaktahuan Al-Ghazali dalam memahami sudut pandang para filosof.

    Namun, sangat disayangkan bahwa banyak karya Ibnu Rusyd yang hilang, termasuk responsnya terhadap sanggahan Al-Ghazali. Namun, karya-karya yang bertahan dari Ibnu Rusyd memberikan wawasan tentang pandangannya terhadap peran filsafat dalam agama serta kontribusinya dalam menafsirkan dan memperluas pemikiran Aristoteles.

[ Nadia Nur Anggraini - 11220511000097 ]

Senin, 04 Desember 2023

Review Pertemuan ke-13 Filsafat Islam

    Pertemuan mata kuliah Filsafat Islam yang ke-13 telah dilaksanakan pada Rabu, 29 November 2023 lalu. Pada pertemuan kali ini dilakukan secara offline di ruang Teater lantai 6 gedung FDIKOM. Seperti biasanya akan ada satu kelompok yang melakukan presentasi untuk menjelaskan materi tertentu, kali ini yang presentasi adalah kelompok 11 dengan tema "Ibnu Thufail: Sejarah dan Pemikiran Filsafatnya".

    Abu Bakar atau yang sering dikenal dengan Ibnu Thufail, merupakan seorang filsuf, dokter, dan penulis Muslim terkemuka yang memiliki kontribusi besar dalam beberapa bidang, namun banyak karyanya yang telah hilang. Karyanya yang tersisa, "Risalah Hayy Ibn Yaqzan," sebuah novel filosofis, menjadi intisari dari pemikiran-pemikirannya. Dalam karya-karyanya, Ibnu Thufail menyajikan konsep tentang dunia, Tuhan, kosmologi cahaya, epistemologi pengetahuan, etika, dan jiwa.

    Beberapa poin penting dari pemikiran Ibnu Thufail adalah penolakannya terhadap doktrin kekekalan atau penciptaan sementara dunia. Ia juga menekankan bahwa penciptaan dunia secara bertahap mensyaratkan adanya satu pencipta yang bersifat immaterial. Konsep kemajemukan cahaya dipresentasikan sebagai pemancaran bertahap dari cahaya Tuhan. Ibnu Thufail juga membahas epistemologi pengetahuan dengan menekankan bahwa jiwa manusia memiliki imaji Tuhan sejak awal. Pemenuhan tiga aspek sifat jiwa—fisik, sosial, dan spiritual—merupakan bagian penting dalam etika/akhlak.

    Ibnu Thufail menyatakan bahwa jiwa manusia terdiri dari unsur jasad dan roh. Ia juga membahas konsep qadim atau hadistnya alam, menekankan bahwa keduanya mengakui Tuhan sebagai pencipta. Keyakinan pada Allah dipandang sebagai bagian dari fitrah manusia, dan akal yang sehat dapat mencapai pemahaman tentang Tuhan melalui merenungkan alam.

[ Nadia Nur Anggraini - 11220511000097 ]