Pertemuan mata kuliah Filsafat Islam yang ke-13 telah dilaksanakan pada Rabu, 29 November 2023 lalu. Pada pertemuan kali ini dilakukan secara offline di ruang Teater lantai 6 gedung FDIKOM. Seperti biasanya akan ada satu kelompok yang melakukan presentasi untuk menjelaskan materi tertentu, kali ini yang presentasi adalah kelompok 11 dengan tema "Ibnu Thufail: Sejarah dan Pemikiran Filsafatnya".
Abu Bakar atau yang sering dikenal dengan Ibnu Thufail, merupakan seorang filsuf, dokter, dan penulis Muslim terkemuka yang memiliki kontribusi besar dalam beberapa bidang, namun banyak karyanya yang telah hilang. Karyanya yang tersisa, "Risalah Hayy Ibn Yaqzan," sebuah novel filosofis, menjadi intisari dari pemikiran-pemikirannya. Dalam karya-karyanya, Ibnu Thufail menyajikan konsep tentang dunia, Tuhan, kosmologi cahaya, epistemologi pengetahuan, etika, dan jiwa.
Beberapa poin penting dari pemikiran Ibnu Thufail adalah penolakannya terhadap doktrin kekekalan atau penciptaan sementara dunia. Ia juga menekankan bahwa penciptaan dunia secara bertahap mensyaratkan adanya satu pencipta yang bersifat immaterial. Konsep kemajemukan cahaya dipresentasikan sebagai pemancaran bertahap dari cahaya Tuhan. Ibnu Thufail juga membahas epistemologi pengetahuan dengan menekankan bahwa jiwa manusia memiliki imaji Tuhan sejak awal. Pemenuhan tiga aspek sifat jiwa—fisik, sosial, dan spiritual—merupakan bagian penting dalam etika/akhlak.
Ibnu Thufail menyatakan bahwa jiwa manusia terdiri dari unsur jasad dan roh. Ia juga membahas konsep qadim atau hadistnya alam, menekankan bahwa keduanya mengakui Tuhan sebagai pencipta. Keyakinan pada Allah dipandang sebagai bagian dari fitrah manusia, dan akal yang sehat dapat mencapai pemahaman tentang Tuhan melalui merenungkan alam.
[ Nadia Nur Anggraini - 11220511000097 ]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar