Kamis, 21 Desember 2023

Review Pertemuan Ke-15 Filsafat Islam

 Pertemuan mata kuliah Filsafat Islam yang diampu oleh Bapak Study Rizal telah dilaksanakan pada Rabu, 13 Desember 2023 lalu yang dilakukan secara offline/tatap muka di Ruang Teater lantai 6 gedung FDIKOM. Pertemuan ini juga sebagai pertemuan terakhir mata kuliah Filsafat Islam di semester 3 ini. Seperti biasanya, setiap kelas Filsafat Islam digabung oleh kelas Jurnalistik 3D dan akan ada 1 kelompok dari masing-masing kelas yang prsentasi untuk menjelaskan materi tertentu. Saat ini, materi yang akan dipresentasikan adalah "Ibnu Rusyd: Kritik Terhadap Emanasionisme dan Pengaruhnya di Eropa".

Ibnu Rusyd merupakan pelanjut para filsuf muslim pendahulunya yang bercorak Peripatetik-Emanasionis-Teosentris, namun bukan pelanjut fanatis yang sekedar menerima apa adanya, melainkan sang kritikus ini tampil fenomenal dan spektakuler selain itu beliau merupakan seorang pengulas dari karya-karya Aristitoles (commentator), sebuah gelar yang diberikan oleh Dante pada tahun 1265-1321 M dalam bukunya Devine Commedia (Komedia ketuhanan). Gelar ini pantas ia dapatkan dikarenakan pikiran-pikirannya mencerminkan usahanya yang keras untuk mengendalikan pikiran-pikiran dari Aristoteles kepada kemurniannya, yang telah bercampur dengan unsur-unsur Platonik yang cukup memperburuk orisinalitas dari pemikirannya dan yang dimasukkan para filsuf Iskandariah Kemajuan peradaban Barat (Eropa) sejak abad ke-12 tidak terlepas dari peradaban Arab-Islam yang dikembangkan oleh para filosof dan orang suci Islam.

Ibnu Rusyd yang menggunakan logika menanjak dari realitas menuju Tuhan atau beranjak dari medan fisika ke ruang metafisika, merupakan simbol filsuf muslim yang konon dinilai sukses gemilang menyelamatkan posisi filsafat dari serangan tajam al-Ghazali yang tertuang dalam karya monumentalnya: Tahafutal_Tahafut (Rusyd, 2004). Karena itu, kematian Ibnu Rusyd sekaligus dianggap menjadi simbol lonceng kematian kejayaan pemikiran Islam. Akan tetapi, hal itu dibantah oleh Henry Corbin bahwa adalah sangat keliru untuk menyimpulkan tradisi permenungan di kalangan filsuf muslim ini berakhir dengan kematian Ibnu Rusyd.

[Nadia Nur Anggraini - 11220511000097/Jurnalistik 3C]

Senin, 11 Desember 2023

Review Pertemuan Ke-14 Filsafat Islam

    Pertemuan Filsafat Islam telah dilaksanakan minggu lalu, Rabu 6 Desember 2023 secara daring. Seperti pada biasanya akan ada 1 kelompok yang akan presentasi mengenai suatu materi tertentu dan pada pertemuan kali ini yang akan presentasi adalah kelompok 12 dengan tema "Ibnu Rusyd Sejarah dan Pemikiran Filsafatnya"

    Ibnu Rusyd adalah figur yang sangat signifikan dalam sejarah filsafat Islam. Pandangannya yang kuat terhadap peran filsafat dalam agama serta kontribusinya dalam menafsirkan karya-karya Aristoteles membuatnya menjadi tokoh yang dihormati dalam dunia intelektual pada masanya. Dia tampaknya telah mengalami berbagai tantangan, terutama terkait dengan karyanya yang hilang akibat peristiwa tragis yang menimpanya.

    Salah satu poin penting dalam perdebatan filsafat Islam pada masa Ibnu Rusyd adalah konfrontasi antara pemikiran Al-Ghazali dan para filosof Muslim. Al-Ghazali mengeluarkan serangkaian sanggahan yang signifikan terhadap pandangan para filosof Muslim, termasuk poin-poin kontroversial terkait keabadian alam, pengetahuan Allah, dan kebangkitan jasmani. Ibnu Rusyd memainkan peran penting dalam menjawab sanggahan Al-Ghazali. Baginya, sanggahan yang diajukan Al-Ghazali bukanlah sesuatu yang mengancam atau mematikan bagi pemikiran para filosof Muslim. Baginya, sanggahan tersebut lebih mencerminkan ketidaktahuan Al-Ghazali dalam memahami sudut pandang para filosof.

    Namun, sangat disayangkan bahwa banyak karya Ibnu Rusyd yang hilang, termasuk responsnya terhadap sanggahan Al-Ghazali. Namun, karya-karya yang bertahan dari Ibnu Rusyd memberikan wawasan tentang pandangannya terhadap peran filsafat dalam agama serta kontribusinya dalam menafsirkan dan memperluas pemikiran Aristoteles.

[ Nadia Nur Anggraini - 11220511000097 ]

Senin, 04 Desember 2023

Review Pertemuan ke-13 Filsafat Islam

    Pertemuan mata kuliah Filsafat Islam yang ke-13 telah dilaksanakan pada Rabu, 29 November 2023 lalu. Pada pertemuan kali ini dilakukan secara offline di ruang Teater lantai 6 gedung FDIKOM. Seperti biasanya akan ada satu kelompok yang melakukan presentasi untuk menjelaskan materi tertentu, kali ini yang presentasi adalah kelompok 11 dengan tema "Ibnu Thufail: Sejarah dan Pemikiran Filsafatnya".

    Abu Bakar atau yang sering dikenal dengan Ibnu Thufail, merupakan seorang filsuf, dokter, dan penulis Muslim terkemuka yang memiliki kontribusi besar dalam beberapa bidang, namun banyak karyanya yang telah hilang. Karyanya yang tersisa, "Risalah Hayy Ibn Yaqzan," sebuah novel filosofis, menjadi intisari dari pemikiran-pemikirannya. Dalam karya-karyanya, Ibnu Thufail menyajikan konsep tentang dunia, Tuhan, kosmologi cahaya, epistemologi pengetahuan, etika, dan jiwa.

    Beberapa poin penting dari pemikiran Ibnu Thufail adalah penolakannya terhadap doktrin kekekalan atau penciptaan sementara dunia. Ia juga menekankan bahwa penciptaan dunia secara bertahap mensyaratkan adanya satu pencipta yang bersifat immaterial. Konsep kemajemukan cahaya dipresentasikan sebagai pemancaran bertahap dari cahaya Tuhan. Ibnu Thufail juga membahas epistemologi pengetahuan dengan menekankan bahwa jiwa manusia memiliki imaji Tuhan sejak awal. Pemenuhan tiga aspek sifat jiwa—fisik, sosial, dan spiritual—merupakan bagian penting dalam etika/akhlak.

    Ibnu Thufail menyatakan bahwa jiwa manusia terdiri dari unsur jasad dan roh. Ia juga membahas konsep qadim atau hadistnya alam, menekankan bahwa keduanya mengakui Tuhan sebagai pencipta. Keyakinan pada Allah dipandang sebagai bagian dari fitrah manusia, dan akal yang sehat dapat mencapai pemahaman tentang Tuhan melalui merenungkan alam.

[ Nadia Nur Anggraini - 11220511000097 ]

Senin, 27 November 2023

Review Pertemuan Ke-12 Filsafat Islam

Pertemuan Filsafat Islam yang ke-12 telah dilaksanakan secara daring/online pada Rabu, 22 November 2023 lalu. Seperti biasanya, tiap pertemuan akan ada satu kelompok yang melakukan presentasi dan pada kesempatan kali ini kelompok 10 menjelaskan materi tentang "Ibnu Bajjah: Sejarah dan Pemikiran Filsafatnya".

Ibn Bajjah, atau Avempace, adalah seorang polimatik yang menguasai berbagai bidang ilmu di Andalusia pada abad pertengahan. Pemikirannya mencakup berbagai konsep filosofis dan kehidupan.

  • Metafisika (Ketuhanan): Allah bukan hanya penggerak, tetapi pencipta dan pengatur alam.
  • Materi dan Bentuk: Menolak asumsi bahwa materi memerlukan bentuk, mengemukakan bahwa jika materi berbentuk, akan terbagi antara materi dan bentuk secara tak terbatas.
  • Jiwa: Setiap manusia memiliki satu jiwa yang tidak berubah dan bertindak sebagai penggerak.
  • Akal dan Pengetahuan: Akal adalah alat utama untuk memperoleh pengetahuan benar dan membangun kepribadian.
  • Akhlak: Memisahkan perbuatan manusia menjadi dua bagian: yang timbul dari naluri dan yang timbul dari pemikiran tinggi.
  • Politik: Fokus pada warga negara (masyarakat) daripada kepala negara.
  • Penyendirian ('Uzlah): Bukan tentang menjauhi manusia, tetapi tetap terhubung dengan masyarakat sambil mengendalikan diri dan hawa nafsu.
  • Kontak Intelektual dengan Tuhan (Ittishal): Percaya bahwa pengetahuan tidak hanya diperoleh melalui indra, tapi juga melalui akal aktif dan pemikiran universal.

Karya-karyanya, seperti "Tadbir al Muthawahhid" tentang moral dan politik, "Risalah Ittishal Al-’Aql bi Al-Insan" yang mengelompokkan manusia, "Filsafat al-wada’" tentang penggerak pertama, "Kitab an-Nafs" tentang jiwa, dan "Tardiyyan" yang berisi catatan, merupakan warisan filsafatnya. Meskipun beberapa karyanya dianggap belum matang, kontribusinya dalam dunia filsafat tetap berharga.

[Nadia Nur Anggraini - 11220511000097/Jurnalistik 3C]

Selasa, 21 November 2023

Review Pertemuan Kesebelas Filsafat Islam

    Pertemuan ke-11 mata kuliah Filsafat Islam telah dilaksanakan minggu lalu pada Rabu, 15 November 2023. Pertemuan kali ini dilakukan secara tatap muka di ruang Teater lantai 6 gedung FDIKOM. Mata kuliah yang diampu oleh Bapak Drs. Study Rizal LK., M.Ag ini berjalan seperti pada pertemuan yang sebelumnya, digabung oleh kelas 3D dan akan ada satu kelompok yang maju untuk melakukan presentasi. Saat ini, materi yang dibahas adalah "Al-Ghazali: Sejarah dan Pemikiran Filsafatnya".

    Abu Hamid Muhammad bin Al-Ghazali, lahir pada 450 H bertepatan dengan 1059 M di Ghazaleh, Trus, Wilayah Khurasan. Beliau wafat di Tabrisan wilayah provinsi Tus pada 14 Jumadil Akhir tahun 505 H, bertepatan dengan 1 Desember 1111 M. Di antara mata pelajaran yang dipelajari Al-Ghazali di kota tersebut ialah teologi, hukum Islam, filsafat, logika, sufiisme, serta ilmu-ilmu alam.

    Al-Ghazali, seorang ulama dan filsuf Islam terkemuka dari abad pertengahan, menonjol karena kritiknya terhadap filsafat pada zamannya. Dia menegaskan pentingnya keselarasan antara agama dan akal, namun kritiknya terhadap pemikiran filosof Muslim seperti Ibnu Sina dan al-Farabi membuat sebagian orang menolak filsafat. Karyanya yang terkenal, "Ihya Ulum Ad Din," menjadi sumber utama dalam studi keagamaan. Meskipun dihormati sebagai tokoh penting, pengaruhnya terkadang dianggap menghambat minat terhadap filsafat dalam masyarakat Muslim. Ibnu Rusyd kemudian berupaya membangkitkan kembali pemikiran filsafat dalam konteks Islam, meski tidak sepenuhnya berhasil. Al-Ghazali tetap menjadi tokoh yang sangat dihormati dalam sejarah pemikiran Islam karena usahanya dalam menyelaraskan antara keyakinan keagamaan dan pemikiran filsafat.

[Nadia Nur Anggraini - 11220511000097/Jurnalistik 3C]



Selasa, 14 November 2023

Review Pertemuan Kesepuluh Filsafat Islam

    Pertemuan ke - 10 mata kuliah Filsafat Islam yang diampu oleh Bapak Study Rizal telah dilaksanakan secara online pada Rabu, 8 November 2023. Seperti pada pertemuan sebelumnya akan ada 1 kelompok yang melakukan presentasi untuk menjelaskan satu materi. Kali ini yang kebagian presentasi adalah kelompok 8 dengan tema "Ikhwan As-Shafa: Sejarah dan Pemikiran Filsafatnya".

    Ikhwan Ash-Shafa adalah kelompok pemikir Islam rahasia pada abad ke-10 M di Basrah, Iraq. Mereka terdiri dari ilmuwan dengan pemikiran keagamaan, politik, dan filosofis yang bersifat liberal. Filsafat mereka memiliki tahap awal (cinta dan pembelajaran ilmu), tengah (memahami hakikat segala sesuatu), dan akhir (berbicara dan beramal sesuai dengan ilmu). Tujuan filsafat mereka adalah mencapai kebajikan manusiawi dengan mengaktualisasikan potensi pengetahuan manusia.

    Pemikiran Ikhwan Ash-Shafa melihat alam semesta sebagai satu entitas yang menyatu, menggunakan simbolisme bilangan untuk memahami hubungan Tuhan dengan alam. Mereka meyakini bahwa bilangan adalah kunci untuk memahami kesatuan dalam keragaman, menciptakan harmoni di seluruh alam semesta. Alam semesta dipandang sebagai manifestasi kebijaksanaan Tuhan, dengan Tuhan dihubungkan dengan angka Satu dan eksistensi lainnya dengan angka-angka lainnya.

    Dalam pendidikan, Ikhwan Ash-Shafa menekankan potensi bawaan manusia, terutama fakultas rasional (akal), untuk memperoleh pengetahuan. Fakultas ini melakukan pencerapan terhadap objek-objek rasional guna menghasilkan pengetahuan. Pendekatan mereka menggarisbawahi pentingnya pengembangan akal dalam proses pendidikan.

[Nadia Nur Anggraini - 11220511000097]



Senin, 06 November 2023

Review Pertemuan Kesembilan Filsafat Islam

    Pertemuan ke-9 mata kuliah Filsafat Islam telah dilaksanakan minggu lalu pada Rabu, 1 November 2023. Pertemuan kali ini dilaksanakan secara tatap muka di ruang teater lantai 6 dan digabung oleh kelas 3D. Seperti pada pertemuan sebelumnya, tiap kelas mata kuliah ini pasti akan ada satu kelompok yang presentasi menjelaskan materi tertentu. Kali ini, yang melakukan presentasi adalah kelompok 7 dengan tema "Ibnu Miskawaih: Sejarah dan Pemikiran Filsafatnya".

    Ibnu Miskawaih, yang juga dikenal sebagai Abu Ali al-Khazin, adalah seorang cendekiawan Persia pada abad ke-10. Ia lahir di Ray, Iran, pada tahun 932 M. Ibnu Miskawaih adalah seorang ahli dalam bidang sejarah, kimia, dan etika, dan ia terkenal sebagai seorang pemikir teistis, moralis, dan sejarahwan terkemuka. Ia mengabdikan dirinya kepada Pangeran Buwaihi di Baghdad dan diberi tanggung jawab untuk mengurus perpustakaan besar di Ray. Kepribadiannya dicirikan oleh kesederhanaan dan ketegaran dalam menghadapi kehidupan, serta prinsip-prinsip moral yang kuat.

    Dalam pemikirannya tentang jiwa, Ibnu Miskawaih menggambarkan jiwa sebagai suatu inti yang sangat halus dan jauhar rohani yang kekal, tidak terpengaruh oleh kematian jasmani. Ia juga menekankan bahwa jiwa manusia memiliki potensi untuk mencapai kesempurnaan intelektual dan moral. Sedangkan pemikiran Ibnu Miskawaih tentang akhlak menggambarkan akhlak sebagai sikap mental yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan tanpa pertimbangan matang. Namun, ia juga percaya bahwa akhlak dapat berubah melalui disiplin dan nasehat yang baik.

    Secara keseluruhan, Ibnu Miskawaih dikenal sebagai perintis ilmu jiwa pendidikan karena ia menerapkan pemikirannya tentang jiwa ke dalam konteks pendidikan moral dan akhlak. Beberapa karyanya yang terkenal meliputi "Tahzib al-Akhlak" dan sejumlah karya lain yang berkaitan dengan etika, moral, dan pendidikan.

[Nadia Nur Anggraini - 11220511000097]

Review Pertemuan Kedelapan Filsafat Islam (Seminar Inilah.com Goes To Campus)

    Berbeda dengan pertemuan sebelumnya, pertemuan mata kuliah filsafat yang ke-8 ini diadakan di ruang teater lantai 2 pada 26 Oktober 2023. Pertemuan kali ini berbarengan dengan seminar yang diadakan oleh Inilah.com dengan tema "Mahasiswa Sebagai Agen Anti Hoax". Sehingga kelas pada pertemuan kali ini dialihkan untuk menghadiri seminar tersebut.

    Mahasiswa harus menjadi salah satu agen anti hoax di masyarakat, jika kita menemukan sesuatu yang tidak benar, kita harus berani menyuarakannya. Pencegahan terhadap hoax dapat dilakukan dengan melakukan pengecekkan kembali informasi yang kita dapat ke sumber terpercaya.

    Jadi, jika kita tidak yakin akan informasi yang beredar, langkah yang dapat kita lakukan, yaitu dengan membiarkannya atau kita harus kritis dan mencari fakta yang sebenarnya.

[Nadia Nur Anggraini -11220511000097]


Senin, 23 Oktober 2023

Review Pertemuan Ketujuh Filsafat Islam

Pertemuan ke-7 mata kuliah Filsafat Islam telah dilaksanakan pada Rabu, 18 Oktober 2023 lalu secara daring via google meet. Seperti pada sebeumnya, tiap pertemuan akan ada satu kelompok yang melakukan presentasi untuk menjelaskan materi. Pada pertemuan kali ini materi yang dibahas adalah “Al -Razi: Sejarah dan Pemikiran Filsafatnya”.

Jadi, Abu Bakar Muhammad bin Zakaria Al-Razi, yang sering dikenal sebagai Rhazes dalam bahasa Latin, adalah seorang tokoh multitalenta yang hidup pada periode antara 250 hingga 313 Hijriah (864-925 Masehi) atau 320 Hijriah (932 Masehi). Beliau lahir di Rayy, dekat Teheran, dan dikenal sebagai seorang dokter, filsuf, kimiawan, serta pemikir bebas. Al-Razi hidup selama pemerintahan Dinasti Saman, yang berkisar antara tahun 204 hingga 395 Hijriah. Beliau meninggal pada hari Kamis bulan Sya’ban tahun 312 Hijriah, yang bertepatan dengan tanggal 25 Oktober tahun 925 Masehi. Usianya pada saat wafat adalah sekitar 62 tahun dalam kalender Hijriah, yang setara dengan 61 tahun dalam kalender Masehi.

Al-Razi adalah seorang filsuf dan cendekiawan Muslim Persia yang menekankan pentingnya akal dalam kehidupan manusia dan menganggapnya sebagai karunia Tuhan yang paling berharga. Beliau juga memandang moral sebagai unsur kunci dalam mencapai kehidupan yang baik dan adil. Salah satu karyanya yang terkenal, "Al-Hawi," adalah ensiklopedia kedokteran yang sangat berpengaruh dalam sejarah ilmu kedokteran, yang mencakup berbagai aspek praktik medis. Selain itu, karya lainnya, "Kitab al-Judar wa al-Hasbah," membahas penyakit cacar dan campak serta cara pencegahannya, memberikan kontribusi penting pada perkembangan ilmu kedokteran. Al-Razi juga merumuskan konsep metafisika "Lima Kekal," yang mencakup pemahaman tentang Tuhan, ruh, waktu, tempat, dan gerakan. Meskipun beberapa pandangan kontroversial, warisannya tetap kuat dalam perkembangan ilmu pengetahuan, filsafat, dan kedokteran selama Abad Pertengahan.

[Nadia Nur Anggraini - 11220511000097/Jurnalistik 3C]

Rabu, 18 Oktober 2023

Review Pertemuan Keenam Filsafat Islam

     Pertemuan ke-6 mata kuliah Filsafat Islam yang diampu oleh bapak Drs. Study Rizal LK. M. Ag., telah dilaksanakan secara tatap muka di ruang T6 Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi pada Rabu, 11 Oktober 2023. Pertemuan ini dilaksanakan secara bersamaan dengan kelas 3D, untuk memulai pembelajaran bapak Drs. Study Rizal memberikan pengantar terlebih dahulu. Seperti pada pertemuan-pertemuan sebelumnya, dalam mata kuliah Filsafat Islam akan selalu ada satu kelompok yang bertugas untuk mempresentasikan materi. Kali ini, materi yang dibahas adalah “Ibnu Sina: Sejarah dan Pemikiran Filsafatnya”.

    Ibnu Sina,  dikenal sebagai Avicenna di Barat beliau adalah seorang filsuf, dokter, dan ilmuwan terkemuka pada abad pertengahan. Lahir pada tahun 980 di Persia, beliau memiliki intelektualitas yang tinggi sejak kecil. Ibnu Sina menulis lebih dari 238 karya, termasuk "Al-Qanun fi al-Thibb," yang memengaruhi kedokteran selama berabad-abad. Pemikirannya mencakup ontologi, teologi, dan pemikiran politik, serta konsep emanasi. Selain itu, dalam pandangannya tentang negara, Ibnu Sina menekankan pentingnya penguasa menaati Allah dan berlandaskan prinsip-prinsip Islam.

    Ibnu Sina wafat pada tahun 1037 setelah mengabdikan hidupnya pada penelitian, pengabdian kepada penguasa, dan pemberian hartanya kepada kaum miskin. Pemikiran dan karyanya tetap berdampak besar dalam sejarah intelektual dunia Islam.

[ Nadia Nur Anggraini - 11220511000097/Jurnalistik 3C]

Senin, 09 Oktober 2023

Review Pertemuan Kelima Filsafat Islam

     Pertemuan ketiga mata kuliah Filsafat Islam telah dilaksanakan pada Rabu, 4 Oktober 2023 lalu secara daring. Seperti pada sebelumnya, tiap pertemuan akan selalu ada kelompok yang presentasi. Saat ini adalah bagian kelompok 4 untuk presentasi mengenai sejarah dan pemikiran filsafat Al-Farabi.

    Kesimpulan yang saya dapat dari presentasi kelompok 4 adalah Al-Farabi, atau Abu Nasr Muhammad Al-Farabi, adalah tokoh penting dalam sejarah filsafat Islam. Beliau lahir tahun 870 M di wilayah Transoxiana. Al-Farabi dikenal sebagai filosof, ilmuwan, matematikawan, ahli musik, dan ahli politik terkemuka dalam peradaban Islam. Salah satu kontribusi utamanya adalah penyatuan pemikiran filosofis Yunani klasik, terutama Plato dan Aristoteles, dengan tradisi intelektual Islam, menciptakan "filsafat falasifah" atau filsafat rasional. Karya-karya Al-Farabi memiliki dampak besar pada pengembangan filsafat, ilmu pengetahuan, dan budaya Islam. Konsep-konsep penting dalam pemikiran Al-Farabi, yaitu ketuhanan (Ilhayat), emanasi, negara utama (Al-Madina al-Fadila), Jiwa (Nafs), dan akal (Intellectus).

    Komentar saya untuk presentasi kali ini, pemakalah sudah baik dalam menjelaskan materinya. Juga, ada beberapa pertanyaan yang diberikan oleh teman-teman kelas 3C dan pemakalah pun dapat menjawab pertanyaannya dengan jelas sehingga teman-teman yang lain pun mudah untuk memahami materi tersebut. Walaupun pertemuan ini diadakan secara online melalui media google meet, tetapi kelas tetap berjalan efektif.

[Nadia Nur Anggraini - 11220511000097]

Senin, 02 Oktober 2023

Review Pertemuan Keempat Filsafat Islam

     Pertemuan keempat mata kuliah Filsafat Islam telah dilaksanakan pada minggu lalu Rabu, 27 September 2023 yang berlangsung secara offline di T6. Setiap pertemuan pada mata kuliah ini digabung dengan kelas 3D sehingga ketika pertemuan kemarin pembelajaran berlangsung bersamaan dengan kelas 3D. Seperti biasa, dalam perkuliahan Filsafat Islam selalu ada yang presentasi untuk menjelaskan suatu materi tertentu, saat ini giliran kelompok 3 yang presentasi dan menjelaskan materi tentang "Al-Kindi: Sejarah dan Pemikiran Filsafatnya".

    Kesimpulan yang dapat saya berikan dari presentasi pada pertemuan kali ini, yaitu Al-Kindi adalah seorang filosof Islam terkemuka pada masa kekhalifahan Bani Abbasiyah. Ia lahir pada 809 M di Kufah dan dikenal sebagai tokoh penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dalam berbagai bidang. Pemikirannya menekankan hubungan yang harmonis antara agama dan filsafat, di mana filsafat dapat memperkuat agama. Kontribusinya meliputi terjemahan karya-karya filsafat Yunani ke dalam bahasa Arab, sintesis antara filsafat Yunani dan Islam, pengembangan ilmu astronomi dan matematika, serta pemikiran tentang alam semesta dan Tuhan. Al-Kindi memadukan warisan intelektual Yunani dengan pemikiran Islam, menciptakan dasar penting bagi perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan di dunia Islam.

    Komentar saya untuk presentasi kali ini tidak banyak, karena pemakalah sudah menjelaskan materinya dengan baik dan jelas. Pemakalah juga dapat menjawab pertanyaan yang diberikan oleh teman-teman dengan tepat, ditambah lagi ini adalah pertemuan pertama kami yang dilaksanakan secara offline sehingga kita dapat bertemu teman-teman yang lainnya juga Bapak Drs. Study Rizal LK., M.Ag.

[Nadia Nur Anggraini - 11220511000097/Jurnalistik 3C]

Senin, 25 September 2023

Review Pertemuan Ketiga Filsafat Islam

    Pertemuan ketiga mata kuliah Filsafat Islam yang diampu oleh Bapak Drs. Study Rizal LK., M.Ag. telah dilaksanakan pada Rabu, 19 September 2023 lalu secara online dengan menggunakan media google meet. Seperti sebelumnya, pada setiap pertemuan selalu ada satu kelompok yang presentasi untuk menjelaskan suatu materi tertentu. Kebetulan pada pertemua ketiga ini yang presentasi adalah kelompok saya sendiri, yaitu kelompok  2 dengan membahas tema hubungan Filsafat Islam dengan keilmuan Islam dan Filsafat Yunani.

    Kesimpulan yang dapat saya berikan mengenai materi yang sudah dijelaskan oleh kelompok saya itu adalah dalam konteks filsafat, Filsafat Islam memiliki karakteristik uniknya sendiri, terutama dalam pendekatan sinkritis dan eklistisnya yang menggabungkan aspek agama dan logika serta mengupayakan harmoni antara filsafat dan agama. Para cendikiawan meyakini bahwa untuk mengungkapkan realitas, berbagai metode dan pendekatan dapat digunakan. Interpretasi Filsafat Islam terhadap Filsafat Yunani melibatkan upaya untuk menggabungkan beberapa pemikiran tokoh Yunani terutama Aristoteles. Hal ini bertujuan untuk menciptakan keselarasan antara pemikiran Yunani Klasik dan prinsip-prinsip agama Islam, juga pemikiran filosofis dalam konteks keislaman.

    Selain itu, ada beberapa komentar yang dapat saya berikan untuk hasil dari presentasi pada pertemuan ketiga ini. Saya dan teman-teman kelompok 2 sudah berusaha maksimal untuk dapat memaparkan presentasi kami dengan baik, menjelaskan materi, dan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh teman-teman lain dengan jelas. Namun, mungkin di dalam makalah yang saya dan teman sekelompok saya buat masih ada beberapa kesalahan, seperti kesalahan penulisan dan kurang rapih dalam penyusunannya. Masukan tersebut sudah kami terima dengan baik dan kami juga sudah memperbaiki makalahnya, sehingga masalah tersebut sudah dapat kami atasi. 

Sekian review saya untuk pertemuan ketiga mata kuliah Filsafat Islam ini, terima kasih.

[Nadia Nur Anggraini - 11220511000097/Jurnalistik 3C]