Pertemuan mata kuliah Filsafat Islam yang diampu oleh Bapak Study Rizal telah dilaksanakan pada Rabu, 13 Desember 2023 lalu yang dilakukan secara offline/tatap muka di Ruang Teater lantai 6 gedung FDIKOM. Pertemuan ini juga sebagai pertemuan terakhir mata kuliah Filsafat Islam di semester 3 ini. Seperti biasanya, setiap kelas Filsafat Islam digabung oleh kelas Jurnalistik 3D dan akan ada 1 kelompok dari masing-masing kelas yang prsentasi untuk menjelaskan materi tertentu. Saat ini, materi yang akan dipresentasikan adalah "Ibnu Rusyd: Kritik Terhadap Emanasionisme dan Pengaruhnya di Eropa".
Ibnu Rusyd merupakan pelanjut para filsuf muslim pendahulunya yang bercorak Peripatetik-Emanasionis-Teosentris, namun bukan pelanjut fanatis yang sekedar menerima apa adanya, melainkan sang kritikus ini tampil fenomenal dan spektakuler selain itu beliau merupakan seorang pengulas dari karya-karya Aristitoles (commentator), sebuah gelar yang diberikan oleh Dante pada tahun 1265-1321 M dalam bukunya Devine Commedia (Komedia ketuhanan). Gelar ini pantas ia dapatkan dikarenakan pikiran-pikirannya mencerminkan usahanya yang keras untuk mengendalikan pikiran-pikiran dari Aristoteles kepada kemurniannya, yang telah bercampur dengan unsur-unsur Platonik yang cukup memperburuk orisinalitas dari pemikirannya dan yang dimasukkan para filsuf Iskandariah Kemajuan peradaban Barat (Eropa) sejak abad ke-12 tidak terlepas dari peradaban Arab-Islam yang dikembangkan oleh para filosof dan orang suci Islam.
Ibnu Rusyd yang menggunakan logika menanjak dari realitas menuju Tuhan atau beranjak dari medan fisika ke ruang metafisika, merupakan simbol filsuf muslim yang konon dinilai sukses gemilang menyelamatkan posisi filsafat dari serangan tajam al-Ghazali yang tertuang dalam karya monumentalnya: Tahafutal_Tahafut (Rusyd, 2004). Karena itu, kematian Ibnu Rusyd sekaligus dianggap menjadi simbol lonceng kematian kejayaan pemikiran Islam. Akan tetapi, hal itu dibantah oleh Henry Corbin bahwa adalah sangat keliru untuk menyimpulkan tradisi permenungan di kalangan filsuf muslim ini berakhir dengan kematian Ibnu Rusyd.
[Nadia Nur Anggraini - 11220511000097/Jurnalistik 3C]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar