Pertemuan Filsafat Islam yang ke-12 telah dilaksanakan secara daring/online pada Rabu, 22 November 2023 lalu. Seperti biasanya, tiap pertemuan akan ada satu kelompok yang melakukan presentasi dan pada kesempatan kali ini kelompok 10 menjelaskan materi tentang "Ibnu Bajjah: Sejarah dan Pemikiran Filsafatnya".
Ibn Bajjah, atau Avempace, adalah seorang polimatik yang menguasai berbagai bidang ilmu di Andalusia pada abad pertengahan. Pemikirannya mencakup berbagai konsep filosofis dan kehidupan.
- Metafisika (Ketuhanan): Allah bukan hanya penggerak, tetapi pencipta dan pengatur alam.
- Materi dan Bentuk: Menolak asumsi bahwa materi memerlukan bentuk, mengemukakan bahwa jika materi berbentuk, akan terbagi antara materi dan bentuk secara tak terbatas.
- Jiwa: Setiap manusia memiliki satu jiwa yang tidak berubah dan bertindak sebagai penggerak.
- Akal dan Pengetahuan: Akal adalah alat utama untuk memperoleh pengetahuan benar dan membangun kepribadian.
- Akhlak: Memisahkan perbuatan manusia menjadi dua bagian: yang timbul dari naluri dan yang timbul dari pemikiran tinggi.
- Politik: Fokus pada warga negara (masyarakat) daripada kepala negara.
- Penyendirian ('Uzlah): Bukan tentang menjauhi manusia, tetapi tetap terhubung dengan masyarakat sambil mengendalikan diri dan hawa nafsu.
- Kontak Intelektual dengan Tuhan (Ittishal): Percaya bahwa pengetahuan tidak hanya diperoleh melalui indra, tapi juga melalui akal aktif dan pemikiran universal.
Karya-karyanya, seperti "Tadbir al Muthawahhid" tentang moral dan politik, "Risalah Ittishal Al-’Aql bi Al-Insan" yang mengelompokkan manusia, "Filsafat al-wada’" tentang penggerak pertama, "Kitab an-Nafs" tentang jiwa, dan "Tardiyyan" yang berisi catatan, merupakan warisan filsafatnya. Meskipun beberapa karyanya dianggap belum matang, kontribusinya dalam dunia filsafat tetap berharga.
[Nadia Nur Anggraini - 11220511000097/Jurnalistik 3C]