Senin, 06 November 2023

Review Pertemuan Kesembilan Filsafat Islam

    Pertemuan ke-9 mata kuliah Filsafat Islam telah dilaksanakan minggu lalu pada Rabu, 1 November 2023. Pertemuan kali ini dilaksanakan secara tatap muka di ruang teater lantai 6 dan digabung oleh kelas 3D. Seperti pada pertemuan sebelumnya, tiap kelas mata kuliah ini pasti akan ada satu kelompok yang presentasi menjelaskan materi tertentu. Kali ini, yang melakukan presentasi adalah kelompok 7 dengan tema "Ibnu Miskawaih: Sejarah dan Pemikiran Filsafatnya".

    Ibnu Miskawaih, yang juga dikenal sebagai Abu Ali al-Khazin, adalah seorang cendekiawan Persia pada abad ke-10. Ia lahir di Ray, Iran, pada tahun 932 M. Ibnu Miskawaih adalah seorang ahli dalam bidang sejarah, kimia, dan etika, dan ia terkenal sebagai seorang pemikir teistis, moralis, dan sejarahwan terkemuka. Ia mengabdikan dirinya kepada Pangeran Buwaihi di Baghdad dan diberi tanggung jawab untuk mengurus perpustakaan besar di Ray. Kepribadiannya dicirikan oleh kesederhanaan dan ketegaran dalam menghadapi kehidupan, serta prinsip-prinsip moral yang kuat.

    Dalam pemikirannya tentang jiwa, Ibnu Miskawaih menggambarkan jiwa sebagai suatu inti yang sangat halus dan jauhar rohani yang kekal, tidak terpengaruh oleh kematian jasmani. Ia juga menekankan bahwa jiwa manusia memiliki potensi untuk mencapai kesempurnaan intelektual dan moral. Sedangkan pemikiran Ibnu Miskawaih tentang akhlak menggambarkan akhlak sebagai sikap mental yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan tanpa pertimbangan matang. Namun, ia juga percaya bahwa akhlak dapat berubah melalui disiplin dan nasehat yang baik.

    Secara keseluruhan, Ibnu Miskawaih dikenal sebagai perintis ilmu jiwa pendidikan karena ia menerapkan pemikirannya tentang jiwa ke dalam konteks pendidikan moral dan akhlak. Beberapa karyanya yang terkenal meliputi "Tahzib al-Akhlak" dan sejumlah karya lain yang berkaitan dengan etika, moral, dan pendidikan.

[Nadia Nur Anggraini - 11220511000097]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar